Bisnis dropshipper dan konsinyasi dapat tumbuh tanpa membeli seluruh stok di awal. Namun model ini memiliki tanggung jawab tambahan: barang bukan sepenuhnya milik Anda, penjualan harus dilaporkan, dan supplier perlu dibayar sesuai barang yang benar-benar terjual.
1. Pahami Model Stok Titipan
Stok konsinyasi berbeda dari stok sendiri. Stok sendiri dibeli dengan modal usaha, sementara stok konsinyasi dititipkan supplier dan baru menjadi kewajiban pembayaran setelah terjual. Karena itu, keduanya harus dipisahkan dalam pencatatan.
| Jenis stok | Kepemilikan | Yang perlu dipantau |
|---|---|---|
| Stok sendiri | Usaha Anda | HPP, stok, dan laba |
| Konsinyasi | Supplier | Jumlah titipan, penjualan, settlement, retur |
2. Daftarkan Supplier dan Produk
Simpan supplier lengkap dengan kontaknya. Buat produk dengan harga supplier sebagai harga yang akan dibayar saat settlement, harga jual, kategori, dan stok awal yang sesuai. Barang titipan masuk melalui menu Konsinyasi, bukan sekadar menambah stok reguler.
3. Input Barang Titipan
- Pilih supplier.
- Pilih produk konsinyasi.
- Masukkan jumlah dan harga supplier.
- Periksa kembali barang fisik yang diterima.
- Simpan transaksi konsinyasi.
Catat kondisi barang bila ada cacat atau kekurangan. Dokumentasi saat barang datang membantu mencegah sengketa saat retur atau settlement.
4. Flow Penjualan Harian
Barang konsinyasi dijual melalui POS seperti produk lain. Saat terjual, stok konsinyasi berkurang dan jumlah yang harus dibayar kepada supplier bertambah. Pastikan harga jual dan diskon mengikuti kesepakatan.
Jika pelanggan meminta diskon
Gunakan harga khusus dengan hati-hati. Diskon mengurangi margin usaha Anda, tetapi kewajiban kepada supplier tetap mengikuti harga supplier. Untuk paket atau harga nego, simpan catatan agar perhitungan settlement tetap bisa ditelusuri.
5. Stok Opname dan Retur Mingguan
Setiap minggu, hitung barang fisik per supplier dan bandingkan dengan stok konsinyasi di aplikasi. Barang yang tidak laku dapat didiskusikan untuk promo, restock, atau retur. Jangan menghapus data barang tanpa catatan karena riwayatnya dibutuhkan dalam laporan.
- Fast moving: minta restock agar peluang penjualan tidak hilang.
- Slow moving: ubah posisi pajangan atau buat promo.
- Tidak laku: tawarkan retur sesuai perjanjian.
- Rusak/cacat: foto, catat, dan komunikasikan segera.
6. Settlement Akhir Periode
Pada akhir periode, buka settlement dan pilih supplier serta rentang tanggal. Periksa produk yang terjual, kuantitas, harga supplier, dan total kewajiban. Setelah cocok dengan catatan supplier, konfirmasi pembayaran dan simpan bukti settlement.
- Periksa periode dan supplier.
- Cocokkan daftar penjualan dengan stok fisik.
- Periksa barang retur atau penyesuaian.
- Konfirmasi nilai settlement.
- Bayar supplier dan bagikan bukti bila diperlukan.
7. Hitung Laba dengan Benar
Gunakan rumus sederhana: total penjualan konsinyasi dikurangi total settlement supplier dan biaya operasional. Pisahkan laporan per supplier agar terlihat siapa yang paling produktif dan produk mana yang layak dipertahankan.
Mulai dengan NbzPOS
Lihat solusi NbzPOS untuk Dropshipper & Konsinyasi untuk contoh katalog supplier, stok titipan, settlement, dan retur.
FAQ
Apa beda stok sendiri dan konsinyasi?
Stok sendiri dibeli dengan modal usaha; konsinyasi adalah titipan supplier yang perlu disettle setelah terjual.
Bagaimana settlement dilakukan?
Pilih periode dan supplier, cocokkan penjualan serta harga supplier, kemudian konfirmasi pembayaran dan simpan buktinya.
Apa yang dilakukan pada barang tidak laku?
Lakukan opname, komunikasikan promo atau retur, dan pastikan perubahan stok tercatat.